-

Thursday, September 16

neraka jiwa.


duduk seorang aku di beranda
bersama kicau burung
angin petang
langit jingga

mata aku menumpu langit-
awan sarat menggendong memori
gurindam indah yang kini sepi
kadang2 jatuh menimpa bumi
kadang2 pergi tak kembali

aku tahu aku ini melankolik
paling pantas untuk merasa hati
paling mudah runtuh lelangit jiwa
deria kurniaan tuhan ini terlalu tuntas

gelak-tawa-senyum-gembira
sedih-duka-tangis-pilu

mana2 takkan memanipulasi jiwa telus ini
yang cuma reti rasa satu itu
ah degil!

makanya duduk seorang aku di beranda
dari neraka jiwa ini

teriak garuda
taufan kencang
langit hitam.

No comments:

dari mana mereka datang?