-

Monday, December 5

sang laki-laki pengecut

aku sang laki2 pengecut
berjiwanya seperti mampu beli satu dunia
namun ada jualah herot di sisip muka
kelu kata, mulut ternganga.

aku mati bila hati memberontak ingin meluah rasa,
mengutus rasa suka,
cinta aku pada dia.

lalu musik hambar mengisi lohong2 jiwa,
nota2 kecil terpanggil dalam zat memoir
mengundang bauran rasa-- enak dan kurang enak.

apalah dihukumnya aku begini,
sedang sang pencuri hati tak disabitnya sekali?
walhal dia masih di singgahsananya, bidadari,
sedang aku ini sudah seperti badut yang dibuli.

maka;

akulah sang laki2 pengecut,
ada mulut, tapi takut.

3 comments:

dari mana mereka datang?